Latest Posts

Rabu, 28 Agustus 2013

PERHITUNGAN VELOCITY PADA SALURAN TRANSMISI



SMK NEGERI 1 CIMAHI

Nama   : Rady Yusaniar
ELEKTRONIKA
PERHITUNGAN VELOCITY
Kelas    : XII Teknik Transmisi A
Teknik Antenna
SALURAN
Guru     : Drs. H. Sutoyo Indarjito, M.T
Experimen   : 04

                Tresna Yogaswara, S.Pd, M.T



I.                   TUJUAN
1.1     Dapat mengetahui cepat rambat sinyal pada saluran transmisi.
1.2     Dapar mengukur frekuensi kerja pada saluran transmisi.
1.3     Dapat menghitung lambda kerja pada saluran transmisi.
1.4     Dapat menghitung nilai velocity pada saluran transmisi.

II.                PEMBAHASAN
Gelombang yang merambat disepanjang saluran transmisi bisa memiliki kecepatan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan karakteristik propagasi saluran yang digunakan. Kecepatan merambat medan elektromagnetik di sepanjang saluran transmisi juga ditentukan oleh besarnya konstanta dielektrik dari isolator kawat penghantarnya.
Velocity factor adalah kecepatan atau kemampuan saluran dalam menyalurkan elektron. Velocity factor atau sering juga disebut kecepatan propagasi gelombang, merupakan kecepatan gelombang saat melewati saluran transmisi yang berhubungan dengan kecepatan cahaya (3x108 m/s). Penggunaan velocity ini sebagai ratio atau pembanding antara kecepatan cahaya dengan kecepatan propagasi pada saluran transmisi.                                                            

III.             ALAT DAN BAHAN
3.1     RF Generator
3.2     Oscilloscope
3.3     Saluran transmisi
3.3.1   RG 58
3.3.2   RG 8
3.3.3   5C
3.4     Kabel probe oscilloscope dan RF Generator

IV.             LANGKAH KERJA
4.1     Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
4.2     Susun alat seperti berikut ini:

 

4.3     Ukur panjang saluran yang digunakan, catat pada tabel.
4.4     Atur oscilloscope pada dual mode.
4.5     Atur level RF Generator menjadi maksimum.
4.6    Atur level frekuensi RF Generator pada range di bawah frekuensi 600/panjang saluran (frekuensi untuk ½ lamda).
4.7    Sambil mengatur frekuensi RF Generator, perhatikan layar oscilloscope. Cari frekuensi yang tepat hingga didapat ch1 dan ch2 memiliki level maksimal yang sama (untuk mode ½ λ, level input sama dengan level output).
4.8     Catat frekuensi yang ditunjukkan RF Generator sebagai frekuensi kerja ½ λ.
SALURAN
PANJANG
FREK. KERJA
λ KERJA
VELOCITY
RG 58
149 m
2,4 MHz
λ = 300/2,4
v = 125/145
 = 125 m
= 0,83
RG 8
20 m
20 MHz
λ = 300/20
v = 15/20
 = 20 m
= 0,75
5C
10, 26 m
39 MHz
λ = 300/39
v = 7,69/10,26
 = 7,69 m
= 0,749

*keterangan:
λ kerja = c / frekuensi kerja 
velocity = λ kerja / panjang sakuran

c = kecepatan cahaya = 300m/s


4.8.1  Velocity RG 58 = 0,83. Maka dapat dikatakan bahwa kecepatan saluran RG 58 dalam menyalurkan sinyal adalah 0,83 kali kecepatan cahaya, atau 83% dari kecepatan cahaya.
4.8.2   Velocity RG 8 = 0,75. Maka dapat dikatakan bahwa kecepatan saluran RG 8 dalam menyalurkan sinyal adalah 0,75 kali kecepatan cahaya, atau 75% dari kecepatan cahaya.
4.8.3  Velocity 5C = 0,749. Maka dapat dikatakan bahwa kecepatan saluran 5C dalam menyalurkan sinyal adalah 0,749 kali kecepatan cahaya, atau 74,9% dari kecepatan cahaya.

V.                KESIMPULAN
5.1  Velocity merupakan harga yang menjadi pembanding atau rasio antara kecepatan rambat gelombang pada saluran dengan kecepatan cahaya. Semakin besar nilai velocity saluran, maka saluran semakin bagus dalam menyalurkan energi.
5.2  Pada percobaan ini, salurannya adalah ½ λ. Hal ini bertujuan agar sinyal input memiliki level yang sama dengan level output saluran.
5.3  Material (bahan) dielektrik saluran mempengaruhi nilai velocity saluran. Tiap bahan memiliki harga tetapan yang berbeda-beda.
5.4   Saluran yang baik memiliki nilai velocity 0,66 atau 0,7 atau lebih dari itu.





Related Post:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 1995 - 2015 Radyusaniar™. All Fights Reserved | Powered by Transmission Group®