Latest Posts

Rabu, 28 Agustus 2013

PENGUKURAN FREKUENSI DAN LEBAR BAND RESONATOR LC



SMK NEGERI 1 CIMAHI
 PENGUKURAN FREKUENSI
DAN LEBAR BAND
RESONATOR LC
Nama   : Rady Yusaniar
ELEKTRONIKA
Kelas    : XII Teknik Transmisi A
Teknik Antenna
Guru     : Drs. H. Sutoyo Indarjito, M.T
Experimen   : 09
                 Tresna Yogaswara, S.Pd, M.T


I.                   TUJUAN
1.1     Dapat mengukur besar frekuensi resonator LC dengan alat grid DIP meter.
1.2     Dapat mengukur lebar band dari resonator LC.
1.3     Dapat menggambarkan kurva respon dari resonator LC.

II.                PEMBAHASAN
Resonansi terjadi saat besarnya reaktansi induktif (XL) pada lilitan nilainya sama dengan besarnya reaktansi kapasitif (XC) pada kapasitor. Secara matematis, besarnya frekuensi resonansi adalah:

Saat terjadi resonansi (XL=XC) maka harga impedansi rangakaian mencapai nilai minimun dan arus yang mengalir mencapai maksimum. Besarnya frekuensi resonator bergantung pada besar nilai L dan C itu sendiri. Semakin kecil nilai keduanya (L dan C) maka semakin besar frekuensi resonator yang dihasilkan, dan semakin besar nilai L dan C maka semakin kecil nilai frekuensi resonator yang dihasilkan.
 Kurva L dan C
III.             ALAT DAN BAHAN
3.1     Oscilloscope
3.2     Grid DIP meter
3.3     RF Generator
3.4     Saluran RG 8
3.5     Kabel probe
3.6     L dan C


IV.             LANGKAH KERJA
4.1     Sediakan alat dan bahan yang diperlukan.
4.2     Ukur frekuensi yang dihasilkan oleh rangkaian L dan C paralel (rangkaian resonator) dengan menggunakan Grid DIP meter.
4.3     Pasangkan coil pada grid dip meter.
4.4     Dekatkan rangkaian L dan C pada coil yang dipasang pada DIP meter. Atur frekuensinya hingga jarum bergerak pada satu arah (naik/turun).
Grid Dip Meter 
4.5     Saat jarum menghentak dan bergerak kebalikan arah dari langkah 4.4, itu adalah frekuensi yang dihasilkan rangkaian (frekuensi resonan). Lakukan 2 kali percobaan dan catat frekuensinya.
4.6     Setelah itu susun alat dan bahan seperti gambar berikut ini:

 
Level

4.7     Atur frekuensi RF Generator di sekitar frekuensi yang tercatat pada langkah 4.4. Dapatkan level di layar oscilloscope yang paling besar dan tidak cacat, catat besar level pada tabel. Catat juga besar frekuensi yang ditunjukkan RFG pada tabel pengukuran.
4.8     Atur frekuensi RF Generator di atas (fU) dan di bawah (fL) frekuensi resonansi, yang mana levelnya adalah 0,707 x level frekuensi resonan (level langkah 4.6). Catat frekuensi fU dan fL  pada tabel.
4.9     Isi tabel pengukuran:   


RANG-
KAIAN
FREKUENSI
LEVEL
FREKUENSI
DIP
OSC (MAX)
OSC (MAX)
0,707 x MAX
FL
FU
1
8,8 MHz
8,2 MHz
0,64 V
0,45 V
3,8 MHz
12,4 MHz
2
15 MHz
14,5 MHz
0,6 V
0,42 V
10,4 MHz
19,5 MHz

GAMBAR KURVA RESPON RANGKAIAN 1
Kurva respon
Lebar band = 12,4 – 3,8 = 8,6 MHz

GAMBAR KURVA RESPON RANGKAIAN 2
Kurva respon 2
Lebar band = 19,5 – 10,4 = 9,1 MHz

V.                KESIMPULAN
5.1     Besar frekuensi resonansi tergantung kepada nilai L dan C nya. Semakin kecil nilai L dan C nya, maka semakin besar frekuensi resonansinya. Semakin besar nilai L dan C nya, maka semakim kecil frekuensi resonansinya.
5.2     Setiap frekuensi resonator akan memiliki frekuensi lower (FL) dan frekuensi upper (FU), yang levelnya adalah 0,707 kali dari level frekuensi resonator. FL dan FU ini akan menjadi batasan bandwidth dari sebuah frekuensi resonator.
5.3     Semakin besar frekuensi resonator, maka semakin besar bandwidthnya. Dan semakin kecil frekuensi resonator, maka semakin kecil bandwidthnya.

Related Post:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 1995 - 2015 Radyusaniar™. All Fights Reserved | Powered by Transmission Group®