Latest Posts

Kamis, 04 Oktober 2012

PUISI: Sesaat


Sesaat
Waktu yang bukanlah hari ini
Riwayatnya yang tak pernah putus
Membayangi setiap jengkal langkah
Di jalanan setapak 

Sesaat
Sempat ku ciumi aroma suka
Di pangkuan waktu yang sementara
Tak disangka dan tak diduga
Galau datang berkunjung jua

Sesaat
Tengadah kepala semakin merunduk
Dibebani pelik dalam kepala
Busung dada semakin membungkuk
Melemah diterkam nestapa

Sesaat
Nampak kau lihatkan acuh
Membuih dan mendidih dalam otakku
Tak kau sadarikah kemarau kian memuncak?
 Lihat, padi itu kering karenanya

Sesaat
Atap itu meroboh
Terhempas gulungan angin
Hempaskan pondasi di bawahnya
Ratalah semuanya dengan tanah
Berakhirlah dalam jengah
Hari ini sudah usai


Karya: Rady Yusaniar (4 Oktober 2012)

Related Post:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 1995 - 2015 Radyusaniar™. All Fights Reserved | Powered by Transmission Group®